Jumat, 08 Februari 2013

Contoh Upaya Pelestarian Alam Laut (*^▽^*)


Tidak dihanya didaratan, tapi lingkungan laut harus dijaga. Karna laut juga merupakan komponen bumi. Apalagi laut di Indonesia juga indah. Entah pada pantainya, maupun terumbu karangnya. Jadi kita patut 
untuk meleastarikan kelautan Indonesia dengan baik.

Sayangnya laut di Indonesia juga sudah banyak yang tercemar, kotor, tdak terawat dan rusak. Lebih dari itu, persoalan pencemaran lingkungan bu-kan hanya merupakan bagian pandangan hidup, tapi juga prilaku buruk kita yang des-truktif yang telah menjadi bagi-an dari peradaban kita di masa sekarang ini.
Laut
Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia – Bagaimana mengatasinya? Masih adakah solusi terbaik? Untuk sejahtera, haruskah ki-ta merusak alam? Kita berpen-dapat bahwa saat ini adalah kesempatan untuk mengang-kat kesadaran tentang pen-tingnya lingkungan alam laut. Daerah kita sementara mem-persiapkan diri untuk WOC dan Manado menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu, saat ini adalah saat tepat untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan upaya pelestari-an dan perlindungan lingungan alam laut sekaligus untuk mempersiapkan dua events tersebut:
I. Cagar alam laut.
Barangkali perlu kita mem-buat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir mnyangkut cagar alam laut guna melindungi laut dan segala isinya, agar mereka berevolusi secara alamiah.
Barangkali pula perlu mem-buat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir atau kepulauan untuk suaka alam laut agar semua yang dilindungi dalam wilayah cagar alam mendapatkan per-lindungan dari wilayah suaka alam, yang menjaga ekosistim di wilayah pantai atau pulau tertentu.
Sumber daya alam di laut ki-ni semakin menjadi rebutan antar bangsa dan negara, apa lagi di wilayah yang tidak jelas aturan hukumnya. Karena itu barangkali perlu dipertegas atau diproklamasikan secara mondial zona ekonomi eksklu-sif kita, agar daerah-daerah perbatasan dengan negara te-tangga semakin jelas status yuridisnya dan dengan demi-kian terhindar dari masalah yang bisa muncul dari relasi dengan negara tertangga.
Seperti aturan pengambilan pasir, kerikil, karang, kima, hu-tan bakau. Bukan hanya soal larangan tapi pemanfaatannya dan pelestariannya yang mem-butuhkan aturan dan kerjasa-ma serta kesadaran partisipa-tif masyarakat, agar tidak ter-jadi pengrusakan, abrasii dll. Suatu aturan hukum yang bi-sa memberdayakan masyara-kat yang membutuhkan mate-rial-material tersebut untuk pemenuhan kebutuhan kese-jahteraan mereka sekaligus ada upaya pelestarian, pemeli-haraan dan perlindungan. Hal ini dibutuhkan agar tidak ter-jadi pengurasan sumber-sum-ber alam laut, yang terdapat di laut maupun di dasar laut serta di pantai laut.
Untuk melindungi lingkung-an alam laut dibutuhkan upa-ya-upaya untuk mengatasi se-dimentasi, sampah, tumpah-an minyak, mengatasi erosi, serta eksplorasi dan eksploi-tasi daerah pesisir pantasi .
Di mana memperlihatkan ke-kayaan ikan di perairan laut kita, termasuk ikan-ikan pur-ba yang langka serta Hutan Wisata, yang terdiri dari pelba-gai jenis pohon di daeerah tro-pis ini, termasuk semua tana-man atau tumbuhan yang menjadi makanan pokok da-erah ini. Keduanya bisa men-jadi tempat tujuan wisata pa-da saat WOC dan Manado Ko-ta Pariwiisata Dunia.
Demikian kita perlu kembali kepada solusi alam yang ada-lah ciptaan Tuhan, sahabat ki-ta, bahkan ibu pertiwi kita. Tu-han menciptakannya untuk kita. Semuanya kita boleh ‘makan’, kecuali yang satu ini, yaitu kita tidak boleh ‘makan semuanya sampai habis’. Kita juga diciptakan bebas. Untuk itu kita harus memilih: ‘hidup kita di perut bumi, atau bumi di perut kita.’


II. Suaka Alam laut.
III. Zona Ekonomi Eksklusif.
IV. Pengembalian mate-rial dari pantai.
V. Persoalan Di Laut ternyata bersumber juga di darat.
Untuk itu perlu diimbau agar masyarakat semakin giatkan reboisasi atau reforestrasi di darat. Mencegah pengolahan lahan tidur secara serampang-an karena revitalisasi pertani-an, yang makin menyebabkan erosi upaya menciptakan re-boisasi, reforestrasi atau peng-hijauan, semuanya dimaksud untuk menciptakan ketahan-an air, ketahanan pangan, se-hingga tercipta daerah tahan longsor dan banjir.
VI. adanya Aquarium Samudra.
Akhirnya, bila kita kaji lebih jauh, maka benarlah bahwa persoalan lingkungan hidup, bukan hanya sekadar soal pencemaran, sampah dan upaya penanggulangannya se-cara teknis praktis. Tapi per-soalan lingkungan adalah per-soalan yang terkait erat de-ngan pandangan hidup, sikap dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan alam. Kita berpendapat bahwa akar persoalan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hi-dup alam laut, terdapat pada pandangan kita terhadap alam. Bila pandangan kita be-nar dan baik, maka sikap, pri-laku dan tindakan kita terha-dap alam juga benar dan baik. Barangkali kita perlu melu-ruskan pandangan kita. Kita mestinya memandang lingku-ngan alam atau bumi ini ada-lah sahabat kita. Bahkan se-bagai ibu yang menghidupi ki-ta. Sebagaimana seorang anak harus sayang, hormat, akrab dengan ibunya, kita semesti-nya harus hormat, akrab, sa-yang kepada alam atau bumi yang disebut ibu pertiwi itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar